MOTTO

MOTTO “SINERGI” BUDAYA KERJA KUA DANUREJAN: Integritas, Profesional, Tanggung jawab, Inovatif, Keteladanan

Kamis, 12 Februari 2015

Koordinasi Lembaga Keagamaan se Kecamatan Danurejan



DN - Pada tanggal 24 Mei 2013, KUA Kecamatan Danurejan bekerjasama dengan Kecamatan Danurejan mengadakan koordinasi antar lembaga dakwah keagamaan se kecamatan Danurejan. Sebagai tuan rumah adalah Kecamatan Danurejan Jalan Hayamwuruk Yogyakarta.
Danurejan, salah satu kecamatan yang berada tepat di tengah-tengah kota Yogyakarta. Selain itu tingkat relegiusitas masyarakat Danurejan terkenal sangat tinggi. Walaupun demikian masih banyak daerah-daerah pinggiran yang masih belum tersentuh oleh nilai-nilai keagamaan. Oleh karenanya, peran para penyuluh (da'i) dan juga lembaga dakwah keagamaan sangat dibutuhkan guna menyebarkan, menjaga, serta meningkatkan kualitas agama masyarakatnya.
Koordinasi Lembaga Dakwah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas SDM dan mensinergikan peran lembaga dakwah keagamaan di wilayah kecamatan Danurejan. Dalam acara tersebut dibahas banyak hal, diantaranya perlunya meyusun pembagian wilayah dakwah agar tidak tumpang tindih dalam hal pelayanan umat.
Acara yang diikuti oleh perwakilah 11 lembaga dakwah keagamaan yang ada di kecamatan Danurejan (DMI, MUI, LP2A, BADKO, BKPRMI, LPTQ, BAZDA, BP-4, DBKS, IPHI dan ANWI), masing-masing  2 orang utusan yaitu ketua dan sekretaris. Selain perwakilan lembaga dakwah, hadir pula sebagai pembicara yaitu Camat Danurejan, kepala KUA kecamatan Danurejan dan didampingi penyuluh agama Islam.
Dalam sambutannya, kepala KUA menyampaikan beberapa hal; di antaranya sosialisasi bahwa kecamatan Danurejan yang basicnya mempunyai beberapa lembaga dakwah keagamaan, koordinasi dan sinergisitas antar lembaga kerja belum nampak, dengan contoh mislanya ada 1 lahan di garap 2 lembaga sedangkan ada lahan lain yang belum tergarap. Hal ini menjadi keprihatinan beliau, ungkapnya dalam mengawali sambutannya.
Adapun pesan bagi seluruh peserta yang hadir, Tarso, S.Ag.MSI, kepala KUA, berharap agar hasil dari acara ini nantinya ada tindak lanjut kegiatan masing-masing lembaga. Selanjutnya, masing-masing lembaga memiliki lahan garap masing-masing yang optimal. Misalnya : BADKO lahannya anak-anak, BKPRMI lahannya remaja masjid, DMI lahannya masjid dan musholla, dan seterusnya. Sehingga tidak ada penumpukan dalam pembinaan lahan dakwah.
Sementara itu, Camat Danurejan Octo Noor Arafat, SIP. mengharapkan agar apa yang telah dirumuskan selama acara tersebut dapat direalisasikan. ”Jangan hanya ahli perencanaan tetapi juga ahli dalam pelaksanaan” tegas Octo. Harapanya Lembaga Dakwah Keagamaan se Kecamatan Danurejan mampu sinergi dengan lembaga yang lainnya, mempunyai lahan sasaran binaan yang jelas, tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam pertemuan itu juga masing-masing lembaga keagamaan diberikan waktu untuk menyampaikan sharing dan permasalahan yang dihadapi. Tentu saja kepala KUA dan Camat berusaha memberikan solusi yang tepat untuk kemajuan bersama. Sukses lembaga dakwah keagamaan kecamatan Danurejan. (sams_8380)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer