Kepala KUA Danurejan Sampaikan Pesan Pernikahan tentang Kehormatan Diri, Keturunan yang Baik, dan Nafkah yang Halal dalam Khutbah Nikah
Yogyakarta (KUA Danurejan) — Kantor Urusan Agama (KUA) Danurejan melaksanakan prosesi akad nikah pada Kamis (29/10/2026) pukul 10.00 WIB. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kepala KUA Danurejan, Kholis Asy’ari, S.Ag., menyampaikan khutbah nikah sebagai bekal bagi pasangan pengantin dalam membangun rumah tangga yang berlandaskan ajaran Islam.
Dalam khutbahnya, Kholis Asy’ari, S.Ag., menjelaskan bahwa salah satu tujuan pernikahan adalah menjaga pandangan dan kehormatan diri. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW :
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
Artinya, “Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu menikah, hendaklah ia menikah, karena menikah lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barang siapa belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena puasa menjadi pelindung baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Selain menjaga kehormatan diri, Kholis Asy’ari, S.Ag., menyampaikan bahwa pernikahan merupakan ikhtiar untuk memperoleh keturunan yang saleh dan salehah. Anak adalah amanah yang perlu dirawat dan dididik dengan nilai-nilai agama agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik. Ia juga mengingatkan bahwa pernikahan merupakan mitsaqan ghalizhan, yaitu perjanjian yang kuat, sehingga suami dan istri harus menjaga komitmen, kesetiaan, serta tanggung jawab dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Pada akhir khutbah, beliau menekankan pentingnya mencari nafkah melalui pekerjaan dan penghasilan yang halal. Ia mengingatkan pasangan pengantin agar tidak mudah mengikuti tren atau pergaulan yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti judi online, minuman keras, dan semacamnya. Menurutnya, menjaga diri dari perilaku tersebut merupakan bagian dari upaya membangun keluarga yang baik serta melindungi rumah tangga dari dampak negatif yang dapat ditimbulkannya.
Melalui khutbah nikah tersebut, KUA Danurejan mengingatkan pasangan pengantin bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan awal dari tanggung jawab bersama dalam membangun keluarga. Pesan mengenai menjaga kehormatan diri, mendidik keturunan, memperkuat komitmen, dan mencari nafkah halal diharapkan menjadi pedoman dalam kehidupan rumah tangga. Dengan demikian, pasangan dapat berupaya mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. (Kafa UNU Yk.)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar